Kamis, 13 November 2014

Kegiatan Semarak Muharram 1436 H

Begitu meriah diawali dengan pawai obor bersama warga desa Patokan - Bantaran - Probolinggo yg diiringi drum band dan shalawat hadrah al-banjari. Dengan menghadirkan 32 anak yatim di desa Patokan dan 20 anak yatim di desa Tanjungrejo - Tongas. Total dana yg di terimakan kepada anak yatim adalah Rp. 26.770.000,-. Terima kasih kepada para donatur. Semoga berkah untuk semua.







Kamis, 06 November 2014

Rekening dan Hotel Atas Nama Khalifah Utsman bin Affan



Apakah Anda tahu kalau sahabat nabi khalifah Utsman bin Affan adalah seorang  pebisnis yang kaya raya, namun mempunyai sifat murah hati dan dermawan. Dan ternyata beliau radhiallahu ‘anhu sampai saat ini memiliki rekening di salah satu bank di Saudi, bahkan rekening dan tagihan listriknya juga masih atas nama beliau.
Bagaimana ceritanya sehingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi..??
Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, SUMUR RAUMAH namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.
Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamkemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).
Adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.
Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.
“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.
“Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.
“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.
Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATIS karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.
Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh.
Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.
Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.
Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.
wakaf sahabat usman
Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.
Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak2 yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.
Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..
Ini adalah salah satu bentuk sadakah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal..
Disebutkan di dalam hadits shahih dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhubahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]
Dan disebutkan pada hadits yang lain riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mush-haf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia”.
Like dan sebarkan, agar manfaat dari informasi ini tidak hanya berhenti pada anda, tapi juga bisa dirasakan oleh orang lain, sekaligus merangkai jaring pahala
Sumber: http://kisahmuslim.com/rekening-dan-hotel-dari-waqaf-khalifah-utsman-bin-affan/

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H.


Sepenuh Hati Kita Peduli, Bersama Kita Berbagi



Peresmian LAZ Sidogiri cabang Probolinggo, Santuni 30 Yatim


Pada Peresmian LAZ Sidogiri cabang Probolinggo yang dilaksanakan pada 24 Maret 2014, LAZ Sidogiri cabang Probolinggo langsung menjalankan Program HIDAYATI (Perhatian Pada Yatim). Sedikitnya ada 30 anak yatim yang disantuni pada acara peresmian tersebut. 

Peresmian Cabang Probolinggo

 Acara Peresmian LAZ Sidogiri cabang Probolinggo Tgl. 24 Maret 2014, dihadiri oleh beberapa pejabat Kota Probolinggo dan para Kiyai serta masyarakat sekitar.




KUN FAYAKUN Bersama Takmir Masjid Al-Madinah

Bersama takmir masjid Al-Madinah dan warga LAZ Sidogiri Probolinggo berbagi keceriaan dengan para dhu'afa' melalui Program Kun Fayakun (Kucuran Dana Fakir & Biaya Kemajuan).
Semoga bermanfaat.......... 8 September 2014





Rabu, 05 November 2014

Lancarkan Pembangunan Masjid Rohmatullah

LAZ Sidogiri Probolinggo mangucurkan dana BURDAH (Bantuan Sarana & Dakwah) berupa uang Rp. 550.000,- untuk pembelian semen 10 sak kepada Bapak Abud Darwis (sekretaris panitia pembangunan Masjid Rohmatullah, Sumber Wetan-Kedopok-Kota Probolinggo)
7 Juni 2014






Peran Pondok Pesantren Sidogiri Dalam Dunia Sosial



Pondok Pesantren Sidogiri juga berperan aktif di dalam kegiatan sosial yang sangat bermanfaat kepada masyarakat. Saat ini, Pondok Pesantren Sidogiri, sudah memiliki dua lembaga sosial, yaitu Lembaga Zakat Sidogiri (LAZ) dan Lembaga Wakaf Sidogiri (L-Kaf). Keberadaan dua lembaga sosial ini, sudah benar-benar berperan aktif kepada masyarakat luas melalui program-progmram pemberdayaan yang dimilikinya.  Saat ini, LAZ Sidogiri sudah memiliki 14 perwakilan cabang  yang tersebar di daerah Jawa Timur, Jakarta, Bali dan Solo. Dana zakat yang terkumpul pada dalam tiap tahunnya sudah mencapai miliaran rupiah.
Selain itu, bentuk kepedulian sosial Pondok Pesantren Sidogiri ada yang berbentuk program pemberdayaan anak yatim dan kurang mampu. Yaitu dengan mendirikan DAS (Darul Aitam Sidogiri) dan DKS (Darul Khidmah Sidogiri). DAS Surabaya didirikan atas inisiatif para alumni PPS di Surabaya. Panti asuhan ini dibangun tahun 1414 H. / 1994 M. dan terletak di Jl. Benowo Simolawang Simokerto Surabaya.
Sejak tahun 1419 H, pengelolaan DAS Surabaya diserahkan kepada PPS. Tujuannya, agar pendidikan dan pembinaan yang dikembangkan berjalan sesuai arah dan haluan yang digariskan oleh para Masyayikh Sidogiri, dengan misi utama mencetak santri sebagai ibâdillâh ash-shâlihîn.
Sedangkan, DKS Bekasi didirikan atas inisiatif para alumni Pondok Pesantren Sidogiri di wilayah Jabodetabek. Pendirian DKS yang berlokasi di Pamahan Jatireja Cikarang Timur Bekasi itu akhirnya mendapat restu dari Pengasuh dan Majelis Keluarga PPS. Hadratussyekh KH. A. Nawawi Abd. Djalil hadir dalam acara peletakan batu pertama pada 23 Syaban 1428 H./September 2007 M.
Di DAS dan DKS ini mereka mendapatkan pendidikan secara cuma-cuma. Berkat keseriusan PPS, ribuan anak yatim piatu dan kurang mampu ini bisa mengenyam pendidikan dan terselamatkan masa depannya.

Kisah Kedermawanan Keluarga Nabi Saw


Pada suatu hari ketika Sayyidina Imam Hasan dan Imam Husain a.s. menderita sakit dimasa kecilnya, Rasulullah akhirnya datang ke rumah Sayyidina Ali  (karramallahu wajhahu) dan Sayyidah Fathimah untuk menjenguk kedua cucunya yang sakit tersebut.
Saat melihat kedua buah hatinya, Rasulullah(saaw) bersabda kepada Sayyidina Ali (kw):
nazarlah, supaya Allah menghilangkan penyakit mereka!”
Setelah mendengar itu, Sayyidina Ali (kw) seketika mengucapkan:
Ya Allah jika kedua anakku ini sembuh maka aku akan berpuasa selama tiga hari.
Istri beliau, Sayyidah Fathimah juga bernazar demikian; bahkan Imam Hasan Dan Imam Husain – kendati usia mereka masih kecil- melakukan hal yang sama yaitu mengikuti orang tua mereka berpuasa selama tiga hari. Dan Fidhzah, pembantu rumah mulia itu, diriwayatkan juga ikut bernazar hal yang sama.
Tak lama kemudian penyakit dua buah hati Rasul tersebut hilang, dan tiba saatnya bagi mereka untuk melaksanakan nazar.
Pada hari pertama, Sayyidina Ali  (kw) telah menyiapkan tepung jo (sejenis gandum; kwalitasnya lebih rendah dari gandum) untuk buka puasa selama tiga hari tersebut dan tepung tersebut dibagi menjadi tiga bagian.
Satu bagian darinya diperuntukkan untuk membuat roti sebagai santapan buka puasa pada hari pertama.
Saat hendak berbuka, terdengar suara ketukan pintu, penghuni rumah menuju pintu untuk mengetahui siapa gerangan yang berada di balik pintu.
Ternyata di situ sudah berdiri seseorang yang berkata:
Salam atasmu wahai Ahlul bait. Kemudian dia berkata, aku adalah orang miskin dan butuh bantuan, maka bantulah diriku!
Sayyidina Ali  (kw) memberikan rotinya kepada orang miskin tersebut, Sayyidah Fathimah juga melakukannya, bahkan kedua putra mereka al-Hasan dan al-Husain (as) juga menyedekahkan jatah buka puasanya yang tak lain sepotong roti kepada orang miskin yang datang tadi. Dan pada hari itu mereka berbuka dengan air putih saja.
Hari kedua, mereka juga berpuasa dan dengan sepertiga tepung sisa tadi mereka siap berbuka puasa, akan tetapi terdengar suara dari luar rumah yang berkata:
” Salam atasmu wahai Ahlul bait.
Merekapun keluar dan bertanya: siapakah anda dan apa keperluanmu? Dia menjawab, saya salah seorang anak yatim di kota ini, saya lapar, tolong berikan saya makanan untuk mengisi perut yang kosong ini.
Kembali Sayyidina Ali  (kw) memberikan jatah buka puasanya kepada yatim itu dan anggota keluarga yang lain juga dengan penuh keikhlasan mengikuti beliau. Dengan demikian malam kedua sama seperti malam pertama, buka puasa mereka dengan air putih saja.
Pada hari ketiga sesuai nazar, mereka menyempurnakan puasa mereka dan sebagaimana hari pertama dan kedua kisah itu terulang lagi.
Kali ini seorang budak yang datang dan meminta bantuan dari keluarga suci ini, lagi-lagi seluruh keluarga ini memberikan jatah buka puasa mereka kepadanya dan untuk ketiga kalinya mereka berbuka dengan air saja. Dan akhirnya nazar itu terbayar juga.
Pada hari berikutnya, Rasulullah Saw sangat sedih melihat imam Hasan dan imam Husain dalam keadaan lemas yang akibatnya badan mereka bergetar. Di sisi lain, mata sayyidah Fathimah cekung.
Beliau bertanya kepada Sayyidina Ali  (kw): wahai Ali, kenapa putra-putra ku begitu lemah seperti ini dan kenapa raut muka putriku Fathimah memudar?
Sayyidina Ali  (kw) menuturkan kisah yang telah mereka alami dan pada saat itu malaikat Jibril datang dengan membawa ayat-ayat al-Qur’an surat Al-Insan 5-10.
Kisah ini sebagai sebab turunnya al-qur’an surat al-insan 5-10:

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلَا شُكُورًا
إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
Sesungguhnya orang- orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas ( berisi minuman ) yang campurannya adalah air kafur. ) yaitu) mata air ( dalam surga )yang daripadanya hamba- hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik- baiknya.
Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana- mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ( ucapan ) terima kasih.
Sesungguhnya Kami takut akan(azab ) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang- orang bermuka masam penuh kesulitan.(Surah Al-Insan, 5-10).

Jadilah Seorang yang Dermawan #2


Senin, 03 November 2014

Selamat Tahun Baru Islam 1436 H.


     Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
     Bismillah. Alhamdulillah ala kulli hal wa ni'mah. Patutlah kita merasa bersyukur atas limpahan nikmat Allah Swt. yang sebagian besar tidak kita sadari. Maha suci Allah yang Maha Pemurah serta Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya. Tak lupa salawat seta salam tetaplah tercurah kepada Nabu Muhammad Saw. Semoga kita bisa menjadi pengikutnya yang baik dan terus berusaha dalam naungan iman dan islam hingga akhir hayat nanti. Amin.
     Di postingan perdana ini  kami berharap semoga para pembaca dalam keadaan baik dan terus diberi kelapangan dalam setiap usaha baik Anda. Akan tetapi, jika memang kini tak seperti yang kami harapkan, kami berharap semoga  Anda tetap dikuatkan, diberi ketabahan serta segera diberi kemudahan oleh-Nya. Tetaplah bersabar dan berusaha, kita tetap berusaha menjadi hamba yang berkualitas dalam setiap ujian-Nya.
     Di lain sisi, nyatanya waktu terus berputar mengganti setiap detik, menit, jam, hari hingga bulan. Sedangkan tahun Hijriyah telah kembali menambah tahunnya. Oleh karena itulah, kami segenap petugas LAZ SIDOGIRI cabang Probolinggo mengucapkan Selamat Tahun Baru 1436 Hijriyah. Semoga tahun ini kita diberikan kemudahan dalam segala urusan seta bertambahnya kualitas baik pada amaliyah kita. Amin ya Robbal Alamin.
     Wassalam.

LAZ & L-Kaf SIDOGIRI


LAZ SIDOGIRI & L-Kaf SIDOGIRI awalnya LAZISWA SIDOGIRI. Didirikan oleh Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) pada tanggal 8 Juni 2005 M/1 Jumadal Ula 1426 H. berdasarkan:
  • Undang-undang no.38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.
  • Keputusan Menteri Agama (MA) no. 581 Tahun 1999 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999.
  • Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji no. D/291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.
Berdasarkan UU No. 23/2011 Tentang Pengelolaan Zakat, dan PP. No. 14/2014, telah diupayakan penyesuaian dengan memisah pengelolaan ZIS dan Pengelolaan Wakaf. ZIS dikelola LAZ SIDOGIRI dan Wakaf dikelola L-Kaf SIDOGIRI. Dan telah terdaftar pada Notaris Zahirah Bachmid, SH. Akte Notaris LAZ SIDOGIRI Tanggal 16 Juli 2013 Nomor: 42. Akte Notaris L-Kaf SIDOGIRI Tanggal 16 Juli 2013 Nomor: 43. 

Kantor Pusat:
Jl. Raya Sidogiri No. 05, Sidogiri Kraton Pasuruan Jawa Timur, PO Box 022 Pasuruan 67101  Jatim. Telp.: 0343-417444 SMS Center: 0823 3206 4000 Call Center: 0823 3679 3679
Email: lazsidogiri@gmail.com
Website: http://www.sidogiri.net 

Cabang Probolinggo:
Jl. Mastrip 6/13 Gg. 06 Kanigaran, Kota Probolinggo 67214 Telp.:(0335) 437615